HitungBangunan

Tips Memilih Marmer vs Granit untuk Lantai Rumah

Bandingkan marmer dan granit: kekerasan, daya serap, harga, perawatan, estetika. Plus alternative quartz engineered yang makin populer.

Diperbarui 03 Mei 20266 menit baca

Perbandingan teknis marmer vs granit

AspekMarmerGranit TileQuartz Engineered
AsalBatu metamorphic alamiBatu igneous alami / porcelainResin + quartz buatan
Kekerasan (Mohs)3-47-87
Daya serap air3-7%<0,5%<0,1%
Tahan goresSedangTinggiTinggi
Tahan asam (juice, wine)Lemah (mudah etching)TahanTahan
Tahan panasTahan langsungTahan langsungSedang (resin lembut di 150°C)
EstetikaPola alami unik (no two same)Pola alami / engineered konsistenPola engineered konsisten
OutdoorTidak rekomendasi (UV degrade)OK (granit alami)Tidak (resin tidak UV stable)
MaintenanceSealing per tahun, polish per 3-5 tahunMinimal — sealing per 3-5 tahunHampir zero maintenance
Harga (lantai)Rp 800K-15 juta/m²Rp 400K-1,5 juta/m²Rp 1,5-3 juta/m²

Kapan pakai marmer

  • Foyer / ruang tamu untuk efek mewah dramatis
  • Kamar tidur utama untuk feel premium
  • Bathroom premium (perlu sealing rutin)
  • Statement wall / kitchen backsplash
  • Hindari: dapur (mudah noda dari minyak/asam), area high-traffic, lantai luar

Kapan pakai granit

  • Lantai high-traffic (ruang tamu, ruang keluarga, koridor)
  • Dapur (countertop & lantai — tahan panas, asam, gores)
  • Kamar mandi (water-resistant, anti slip dengan finish matte)
  • Lantai luar & carport
  • Tangga (tahan abrasion)

Kapan pakai quartz engineered

  • Countertop dapur (paling populer untuk modern kitchen)
  • Vanity countertop kamar mandi
  • Area indoor yang butuh konsistensi warna seragam
  • Hindari: outdoor (resin tidak UV stable), area dekat kompor api langsung

Tips memilih marmer berkualitas

  1. Cek slab utuh sebelum dipotong — pola harus indah, no big crack
  2. Pilih marmer Italian (Carrara, Statuario) untuk premium, atau Indonesia (Tulungagung) untuk hemat
  3. Cek thickness — minimum 18 mm untuk lantai, 30 mm untuk countertop
  4. Pakai sealing primer + finish polish setelah pasang
  5. Wajib sealing ulang setiap 1-2 tahun

Tips memilih granit berkualitas

  1. Cek through-body (granit tile asli warna sama dari permukaan ke belakang)
  2. Test air di belakang keping — granit tidak menyerap (water absorption <0,5%)
  3. Brand terpercaya: Niro Granite, Granito, Roman Granit, Mulia Granito, Indogress
  4. Pilih anti slip (R10/R11) untuk kamar mandi atau lantai luar
  5. Pakai mortar instan tile adhesive untuk bonding kuat

Maintenance jangka panjang

Marmer

  • Bersihkan dengan pH-neutral cleaner (pakai produk khusus marmer)
  • Hindari pembersih asam (cuka, lemon, citrus cleaner) — ETCH marmer
  • Sealing per tahun untuk water/stain protection
  • Polish per 3-5 tahun untuk kembalikan glossy finish
  • Spill (terutama wine/juice) — wipe SEGERA

Granit

  • Bersihkan dengan deterjen biasa atau pH-neutral cleaner
  • Sealing per 3-5 tahun (granit lebih tahan tanpa sealing)
  • Tidak perlu polish — finish tahan lama natural
  • Tahan spill (wine, juice, oli) — wipe normal saja

Quartz Engineered

  • Bersihkan dengan deterjen biasa
  • Hampir zero maintenance — tidak perlu sealing
  • Hindari panas langsung di atas 150°C (panci panas dari kompor)
  • Hindari UV langsung jangka panjang (warna bisa pudar)

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Marmer atau granit, mana lebih awet?
Granit lebih awet & tahan gores (Mohs 7-8 vs 3-4 untuk marmer). Granit juga water absorption rendah (&lt;0,5%), sementara marmer 3-7%. Untuk lantai high-traffic atau area basah, granit lebih cocok. Marmer indah tapi butuh lebih banyak perawatan.
Berapa harga marmer vs granit per m²?
Marmer lokal (Tulungagung, Citatah): Rp 800K-1,5 juta/m² terpasang. Marmer Italia (Carrara, Statuario): Rp 3-15 juta/m² terpasang. Granit lokal: Rp 400K-800K/m² terpasang. Granit import (Niro, Granito): Rp 600K-1,5 juta/m². Quartz engineered: Rp 1,5-3 juta/m².
Quartz engineered alternatif yang lebih baik?
Quartz engineered (Caesarstone, Silestone) adalah composite resin + quartz natural. Pro: warna konsisten, water absorption near-zero, tahan stain. Con: lebih mahal dari granit, tidak tahan UV (untuk indoor only).