HitungBangunan

Komposisi Adukan untuk Cor Dak Lantai (K-225, K-250, K-300)

Mutu beton optimal untuk dak lantai rumah tinggal. Komposisi semen-pasir-kerikil-air per m³ + tabel slump test untuk konsistensi.

Diperbarui 03 Mei 20266 menit baca

Mutu beton untuk dak lantai

Pilih mutu berdasarkan beban yang akan ditanggung dak:

MutuKuat tekanCocok untukTebal min
K-175175 kg/cm²Lantai kerja, dak yang tidak dilewati10 cm
K-225 (paling umum)225 kg/cm²Plat dak rumah 1-2 lantai bentang ≤4 m10-12 cm
K-250250 kg/cm²Plat dak rumah 2 lantai bentang 4-6 m12 cm
K-275275 kg/cm²Plat dak dengan beban tinggi (gudang, perpustakaan)12-15 cm
K-300300 kg/cm²Plat dak parkir mobil di atasnya, ruko, kantor15 cm
K-350350 kg/cm²Struktur khusus, plat lebar besar tanpa kolom tengah15-20 cm (perlu insinyur)

Tabel komposisi sesuai SNI 7394:2008

Per 1 m³ beton:

MutuSemen (kg)Sak 50kgPasir (m³)Kerikil (m³)Air (L)
K-1753266,520,540,91215
K-2253717,420,500,90215
K-2503847,680,490,89215
K-3004138,260,480,89215

Rasio air-semen (W/C ratio) — paling kritikal

W/C = volume air ÷ berat semen. Lebih kecil = beton lebih kuat tapi sulit dikerjakan.

  • W/C = 0,40-0,45 — beton sangat kuat, tapi butuh vibrator & tukang ahli (susah dikerjakan)
  • W/C = 0,50-0,55 — STANDAR untuk dak rumah tinggal (workability bagus, kuat tekan tetap tinggi)
  • W/C = 0,60+ — terlalu encer, kuat tekan turun signifikan. Hindari!

Untuk K-225 dengan W/C 0,55: per m³ butuh 371 kg semen × 0,55 = 204 L air (sesuaikan dari 215 L SNI standar).

Slump test untuk konsistensi

Slump test = test kekentalan beton segar. Pakai slump cone (kerucut tinggi 30 cm). Tuang beton 3 lapis, padatkan tiap lapis. Angkat cone, ukur penurunan.

Slump (cm)KonsistensiCocok untuk
2-5Sangat keringBeton mass, jalan, lantai parkir (butuh vibrator kuat)
5-10Plastik (paling umum)Plat dak, kolom, balok rumah tinggal
10-15EncerPumping, area dengan tulangan padat
15+Sangat encerHindari! Kuat tekan turun

Perhitungan untuk dak rumah type 36 (contoh)

Asumsi: dak ukuran 6×6 m, tebal 12 cm, mutu K-225.

  • Volume: 6 × 6 × 0,12 = 4,32 m³ (tambah buffer 5% = 4,54 m³)
  • Semen: 4,54 × 371 = 1.684 kg = 34 sak (50 kg)
  • Pasir: 4,54 × 0,50 = 2,27 m³
  • Kerikil: 4,54 × 0,90 = 4,09 m³
  • Air: 4,54 × 215 = 976 L
  • Tulangan: 2 lapis besi ø10 jarak 15 cm → ~95 kg besi (lihat kalkulator besi)

Tips cor dak yang berhasil

1. Persiapan

  • Bekisting kokoh + level sempurna
  • Tulangan sesuai gambar (decking 2,5 cm dari bekisting)
  • Test besi SNI sebelum pasang
  • Siram bekisting dengan air sebelum cor (cegah penyerapan air)

2. Eksekusi

  • Cor secara kontinu (jangan stop di tengah = cold joint)
  • Vibrator setiap 50 cm² selama 5-10 detik
  • Ratakan permukaan dengan jidar
  • Floating finish 2-3 jam setelah cor (saat semi-set)

3. Curing 14-28 hari (paling kritikal)

  • Hari 1-3: tutup plastik, biarkan air kondensasi terus terjebak
  • Hari 4-14: siram 2-3x sehari, atau genang air dengan tanggul kecil
  • Hari 14-28: tetap siram 1x sehari
  • Bekisting bawah lepas setelah 28 hari (kuat tekan 100%)

Tanda dak gagal

  • Honeycomb (lubang udara di permukaan beton) — vibrator kurang
  • Cold joint (garis horizontal di permukaan) — cor terputus
  • Retak shrinkage menyebar — curing kurang
  • Beton lunak setelah set — semen palsu, air terlalu banyak, atau cor di hujan
  • Kuat tekan tidak mencapai target — uji core drilling, kalau gagal mungkin perlu rekonstruksi

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Mutu beton apa untuk dak rumah tinggal?
K-225 (kuat tekan 225 kg/cm²) — paling umum untuk plat dak rumah 1-2 lantai. K-250 atau K-300 untuk dak dengan beban berat (parkir mobil di atas) atau bentang besar (lebih 6 m). Lebih dari K-300, konsultasi insinyur.
Komposisi K-225 per m³?
Sesuai SNI 7394:2008: 371 kg semen + 0,50 m³ pasir + 0,90 m³ kerikil + 215 L air. Konversi semen: 7,42 sak (50 kg). Untuk slump test optimal, ratio air-semen (W/C) 0,55-0,60.
Site-mix vs ready-mix untuk dak?
Untuk volume kecil (<3 m³): site-mix bisa hemat. Untuk volume sedang-besar (≥5 m³): ready-mix wajib. Alasan: konsistensi mutu (lab tested), kecepatan tuang (no cold joint), hemat tenaga aduk, finishing rapi.